Waspadalah, material tanah ini bisa berisi fosil dinosaurus!

Advertisement

Techno.id - Jika Anda bertanya-tanya di mana para peneliti bisa menemukan fosil dinosaurus, jawabannya sederhana. Ternyata, banyak kerangka dinosaurus yang ditemukan di daerah padang pasir atau dataran tandus. Lingkungan yang kering ini secara alami menjaga fosil dari campur tangan tumbuhan atau organisme lain, sehingga tulang-belulang dinosaurus yang digali dari wilayah itu kebanyakan dalam keadaan utuh.

Namun secara spesifik, fosil dinosaurus yang kondisinya prima ialah yang tersimpan di dalam batuan sedimen. Batu jenis ini terbentuk dari tekanan lapisan lumpur yang mengendap waktu demi waktu. Menurut buku Scientific American Book of Dinosaurs seperti dikutip oleh LiveScience, pembentukan dinosaurus yang berada di batuan sedimen melalui sebuah proses yang panjang. Kemungkinan, makhluk raksasa itu awalnya berkumpul bersama di bekas sungai prasejarah atau dangkal. Setelah mati, tumpukan bangkai dinosaurus yang terkumpul di dalam satu tempat tersebut kemudian mengendap bersama-sama dan batuan sedimen berugas menjaga bentuk aslinya.

Sayangnya, tak semua gurun bisa menyimpan tiap fosil hewan purbakala dengan baik. Batuan sedimen yang ada di wilayah tersebut juga harus berumur setidaknya sama tuanya dengan fosil. Karena dinosaurus hidup selama era Mezoikum (sekitar 220 sampai 65 juta tahun yang lalu), maka Anda harus menemukan batu yang umurnya berada di kisaran angka tersebut. Fosil Tyrannosaurus Rex, misalnya, kemungkinan tertanam dalam bongkahan batu sedimen berusia 67 juta tahun. Sedangkan tulang-belulang Stegosaurus bisa saja berada di batu berumur 150 juta tahun.

Peneliti telah mencatat beberapa negara yang tanahnya terbukti mengandung banyak fosil dinosaurus. Di Benua Amerika, ada Amerika Serikat, Kanada, serta Argentina. Sedangkan di daratan Asia, ada nama Tiongkok yang terkenal akan kekayaan fosilnya.

Jadi, apakah Anda berminat untuk berburu fosil yang dikandung oleh batuan sedimen di sekitar Anda?

Advertisement


(brl/red)