Tepatkah langkah Facebook mengakuisisi Masquerade?

Advertisement

Techno.id - Beberapa hari lalu, Facebook diketahui resmi mengakuisisi aplikasi pengubah wajah mirip fitur lenses di Snapchat, namanya Masquerade (MSQRD). Akuisisi aplikasi spesialis filter lucu dan unik itu bisa dibilang adalah jawaban Facebook atas fenomenalnya Snapchat yang saat ini telah menampung 8 miliar video tiap harinya.

Aplikasi Masquerade (MSQRD)
© 2016 MSQRD.me

 

Memangnya, tepatkah langkah akuisisi yang diambil Mark Zuckerberg ini?

Untuk menjawabnya, mungkin menengok sejarah akuisisi Facebook ke belakang bisa memberi sedikit gambaran. Boleh dibilang, Zuck punya tangan dingin untuk memopulerkan aplikasi yang ia beli. Ia sebelumnya telah membeli Instagram ketika user-nya masih 30 juta pada 2012 silam. Kini, jejaring sosial khusus foto dan video itu sudah digunakan 400 juta orang lebih. Pertumbuhan WhatsApp, aplikasi lain yang diakuisisi Facebook Inc., juga signifikan. Ketika dibeli pada 2014, pengguna WhatsApp masih 450 jutaan, tetapi dalam dua tahun angka itu sudah meningkat dua kali lipat.

Baik, di tangan orang baru nampaknya MSQRD bisa lebih 'bahagia'. Lalu, seberapa potensialkan Masquerade itu sendiri?

Menyuplik data dari SensorTower yang dipublikasikan di blog resminya (11/03/16), sejak Desember 2015 sampai Maret 2016 MSQRD terpantau sudah diunduh lebih dari 12,6 juta kali baik di iOS maupun Android. Perilisan secara globalnya pada bulan lalu terbukti mendorong jumlah unduhan hingga sempat melebihi 500 juta per hari. Ya, aplikasi yang dilahirkan oleh developer asal Belarusia itu memang menunggangi momen Academy Awards 2016, dengan menyediakan filter muka Leonardo DiCaprio yang baru saja memenangkan gelar Oscar.

Jumlah download aplikasi Masquerade (MSQRD) sedunia
© 2016 SensorTower

 

Dari dua indikator tersebut, nampaknya cukup aman jika memprediksi Masquerade bakal berkembang pesat dalam beberapa waktu mendatang di tangan Facebook. Namun yang lebih penting, akuisisi ini turut mencerminkan keseriusan Facebook Inc. untuk menyeriusi sektor video sembari menghalang-halangi laju Snapchat.

Advertisement


(brl/red)