Teknologi Zero Waste tekan volume sampah warga Bekasi

Advertisement

Techno.id - Sampah yang menggunung di Tempat Pembuangan Akhir Sumurbatu akan dikeruk sedikit demi sedikit untuk sumber energi Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa). Kepala Bidang Perencanaan dan Data Dinas Kebersihan Kota Bekasi, Ratim, optimis jika PLTSa nantinya dapat mengurangi volume sampah di TPA Sumurbatu.

"Saat ini kondisi TPA Sumurbatu sedang mengalami 'overload' dengan timbunan setinggi 9-12 meter di enam zona," katanya di Bekasi, seperti yang dikutip dari AntaraNews (10/6/15).

Dalam pembersihan sampah tersebut, pemerintahan daerah Bekasi mendapat bantuan dari NW Industries Group. Mereka akan memakai teknologi 'zero waste' untuk mengubah sampah menjadi listrik.

Teknologi pengolahan sampah berbasis energi ini hampir semuanya dikelola oleh pihak ke tiga tanpa menggunakan APBD Kota Bekasi.

"Pemkot Bekasi nantinya hanya akan mendapatkan bagi hasil penjualan energi listrik," ujarnya.

Sistem pengolahan sampah ini diresmikan penggunaannya pada hari ini bertempat di TPA Sumurbatu Kota Bekasi. CEO NW Industries Group, Teddy Sujarwanto selaku pihak pengelola mengatakan, nilai investasi tahap awal mesin
pengolah sampah menjadi energi listrik di TPA Sumurbatu mencapai Rp 130 miliar.

Mesin yang mampu mengubah sampah menjadi listrik ini dapat menghasilkan listrik sebesar 29,2 MW dari bahan baku sampah sebanyak 2.450 ton di Kota Bekasi. Hal ini jelas sangat membantu melihat Kota Bekasi saat ini hanya mampu mengangkut sampah dari TPA Sumurbatu sebanyak 600 ton atau 40 persen dari total produksi sampah masyarakat sebanyak 1.528 ton.

Advertisement


(brl/red)