Peneliti ini merekayasa elektrolisis air untuk ciptakan hidrogen

Advertisement

Techno.id - Hidrogen merupakan unsur paling ringan dan sangat reaktif. Senyawa kimia ini juga memiliki banyak kegunaan, salah satunya sebagai pendingin pada pembangkit energi untuk mengurangi produksi panas. Belakangan ini, hidrogen dikembangkan untuk sumber energi alternatif pengganti bensin di masa depan. Hidrogen dapat diproduksi dengan cara elektrolisis air serta menggunakan logam. Biasanya hidrogen dibuat dengan metode elektrolisis air, namun tim peneliti dari Stanford University mengembangkan metode tersebut menjadi lebih efisien dan murah.

Selama bertahun-tahun para ilmuwan membuat hidrogen menggunakan elektrolisis air yaitu penguraian senyawa air menjadi oksigen dan gas hidrogen melalui aliran arus listrik. Kemudian pada bagian katoda, dua molekul air akan bereaksi dengan dua elektron, lalu tereduksi menjadi gas hidrogen dan ion hidroksida. Bagian anodanya menetralisasi sehingga terbentuk gelembung pada elektrode. Para peneliti Stanford juga demikian, tapi bukannya menggunakan dua jenis bahan untuk katoda dan anoda, melainkan sepasang katalis oksida nikel-besi, seperti yang dilansir Engadget (26/6/15).

Dari bahan tersebut, para peneliti dari Stanford University hanya membutuhkan tegangan 1.5V untuk menghasilkan 82 persen efisiensi gas hidrogen. Hal ini bisa menjadi terobosan produksi bahan bakar hidrogen yang ekonomis dan siap direalisasikan pada kendaraan di masa depan.

Tentu saja, sistem ini belum sepenuhnya sempurna karena masih banyak bagian-bagian lain yang butuh pengembangan lanjutan. Namun, tim peneliti meyakini pengembangan teknologi tersebut nantinya dapat menghasilkan hidrogen pada skala industri.

Advertisement


(brl/red)