Pemerintah 'restui' Go-Jek majukan transportasi Indonesia

Advertisement

Techno.id - Saat ini, Go-Jek telah menjadi salah satu alternatif pilihan bagi para pengguna jasa transportasi di kota Jakarta. Konsep teknologi yang diusung dalam mencari penumpang dianggap sebagai salah satu taktik terbaik di perusahaan ini.

Kendati demikian, keberadaan Go-Jek tidak serta merta berjalan mulus begitu saja. Pasalnya, kompetitor sejenis yang juga memberikan keunggulan layanan masing-masing dalam industri transportasi juga telah banyak beroperasi.

Menariknya, Go-Jek cukup optimis dan mengaku hal tersebut bukanlah menjadi masalah yang berarti bagi pihaknya. "Go-Jek merupakan leader dalam layanan yang menggunakan moda transportasi motor. Go-Jek memberikan layanan terbaik untuk pengguna," ungkap Nadiem Karim selaku CEO Go-Jek.

Sampai saat ini, jumlah pengemudi ojek yang tergabung dalam Go-Jek telah mencapai 2.000 orang dan tersebar di Jabodetabek. Seiring berjalannya waktu, Go-Jek berkembang dengan berekspansi produk line yang memberikan layanan kurir dan shopping. Lebih jauh, Go-Jek bahkan memberikan layanan asuransi sebagai jaminan keselamatan para penggunanya.

Ketika ditanya perihal kerja sama dengan Pemerintah Provinsi DKI melalui layanan feeder yang akan dilakukan, Nadiem mengaku siap mendukung kerja sama tersebut. Dalam kerja sama tersebut, Go-Jek mengaku akan mengambil bagian di teknologi feeder yang terkait shelter busway.

"Bila ada regulasi dari pemerintah, kami akan mendukung kerja sama tersebut. Terkait kerja sama yang akan dilakukan, kami ambil bagian untuk teknologi feeder-nya yang terkait shelter busway," imbuh Nadiem.

Namun ketika disinggung perihal integrasi antara Go-Jek dan Transjakarta, Nadiem enggan untuk berkomentar lebih lanjut. Namun setidaknya, Go-Jek sudah mendapat dukungan positif khususnya dari Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama dan Presiden Direktur PT Transjakarta untuk memajukan transportasi massal di Jabodetabek.

Advertisement


(brl/red)