Pasca didanai, Bhinneka tak ingin gegabah ambil model bisnis

Advertisement

Techno.id - Hari ini Bhinneka resmi mendapat suntikan dana investasi dari Ideosource sebesar Rp300 miliar. Meski mendapat dana investasi yang begitu besar, toko online pelopor konsep O2O (Online-to-Offline) tersebut mengungkapkan tak akan gegabah dalam menentukan model bisnis ke depannya.

Dalam siaran pers yang diterima Techno.id hari ini (11/11/15), Hendrik Tio selaku CEO Bhinneka mengungkapkan jika pihaknya tak akan mengambil model bisnis yang mengejar pertumbuhan dengan mengorbankan profit.

"Kami akan mempertahankan kepemimpinan kami di kategori 3C (Computer/IT, Communication Technology, dan Consumer Electronics) dengan terus berfokus pada pengalaman pengguna," ujar Hendrik.

Lebih lanjut Hendrik mengungkapkan jika pihaknya akan lebih cermat lagi dalam menjalankan aktivitas pemasaran. salah satunya, selain mempertahankan produk kategori yang dijual juga mempertahankan konsep penjualan yang telah dianut selama ini.

"Saat ini bisnis online Bhinneka sedikit lebih besar daripada bisnis offline-nya. Namun kami percaya kedua channel ini akan terus saling melengkapi," jelas Hendrik.

Sebagai pelopor dari bisnis O2O di Indonesia, Bhinneka akan terus membangun bisnis online dan fisik mereka di seluruh nusantara dengan memperluas jaringan dan menggapai calon pembeli dari sektor fisik dengan membangun kantor-kantor di beberapa daerah seperti yang telah ada saat ini di Jakarta, Surabaya, Medan, Makassar, dan Bandung. Saat ini dan di masa depan, besar kemungkinan Bhinneka bakal menjadi satu-satunya toko online yang memiliki pusat servis sendiri.

Hendrik menambahkan, seluruh strategi ini difokuskan untuk memberikan pengalaman berbelanja terbaik untuk konsumen Indonesia. "Kami menyediakan brand yang kuat dengan pelayanan yang berkualitas, baik itu pelayanan sebelum pembelian maupun pelayanan purnajual. Semua penjual dan produk juga harus melewati proses pemilihan," pungkas CEO tersebut.

 

Advertisement


(brl/red)