Orang Amerika saja kurang minat beli produk smart home, mengapa?

Advertisement

Techno.id - Internet of Things (IoT) diklaim bakal membawa babak baru dalam penerapan teknologi di kehidupan manusia. Konsep teknologi yang lekat dengan sensor dan internet itu salah satunya akan dijumpai di rumah-rumah dalam produk smart home.

IoT sendiri sedang terus diimplementasikan di pelbagai belahan dunia, termasuk di negara berkembang seperti Indonesia dan tentunya di Negeri Paman Sam. Namun uniknya, konsumen di Amerika Serikat ternyata belum begitu tertarik dengan smart home ini.

Dalam survei terbarunya terkait teknologi smart home, The Demand Institute menemukan bahwa lebih dari 7 dari 10 respondennya dari AS akan mempertimbangkan untuk membeli produk smart home atau ingin memiliki rumah dalam lima tahun ke depan yang dipersenjatai dengan teknologi itu. Sayangnya untuk saat ini, baru 36 persen dari mereka yang begitu tertarik untuk membeli produk smart home.

Dikutip dari rilis persnya (04/11/15), Jeremy Burbank, VP The Demand Institute, mengemukakan sebab rendahnya minat konsumen di sana untuk mengadopsi smart home. Selain harganya yang masih beberapa kali lipat lebih tinggi dibanding produk konvensional, kurang dipahaminya teknologi smart home oleh konsumen di sana juga satu dari hambatan utama. Masalah keamanan dan tak adanya standarisasi industri turut mempengaruhi adopsi smart home yang lambat.

"Konsumen akan memulai dari sesuatu yang kecil dalam teknologi smart home," ujarnya.

Adapun beberapa produk smart home yang paling populer menurut responden di laporan berjudul Smart Home Technology: Not Ready for Prime Time (Yet) itu, yakni thermostat pintar, speaker nirkabel, dan pengunci pintu pintar.

Advertisement


(brl/red)