NASA pastikan tanda-tanda adanya air di 'planet merah' Mars

Advertisement

Techno.id - Akhirnya, para ilmuwan NASA memastikan adanya tanda-tanda aliran air di permukaan planet Mars. Penemuan ini menurut James L. Green, director of NASA planetary science division, kian menambah keyakinan para ilmuwan pada umumnya bahwa planet yang memiliki kemiripan dengan bumi tersebut berpeluang untuk menjadi tempat tinggal makhluk hidup di masa depan.

Seperti dikutip dari NYTimes (29/9/15), aliran air di permukaan Mars memang telah lama ditemukan. Tepatnya pada tahun 2011, Dr Alfred S. McEwen dari University of Arizona dan tim peneliti pertama kali menemukan dari foto-foto kamera Mars Reconnaissance Orbiter jajaran garis gelap yang diduga sebagai aliran air nampak turun di sepanjang lereng kawah, lembah, dan pegunungan yang berada di permukaan Mars.

Garis-garis tersebut nampak memanjang selama musim panas dan kembali memudar saat suhu di sekitar permukaan Mars dingin. Ketika itu, Dr McEwen menemukan jika siklus kemunculan aliran itu terus berlangsung sesuai dengan pergantian musim dan suhu di Mars.

Jalur yang diduga sebagai aliran air yang sempat tertangkap oleh NASA Mars Reconnaissance Orbiter pada tahun 2011 © 2011 NASA/ Reuters

Ditanya mengenai dari mana aliran air itu berasal, ilmuwan NASA masih belum bisa memastikannya. Namun, Dr McEwen menduga jika ada dua asal aliran air tersebut yakni dari bawah permukaan dan atas permukaan planet Mars.

Kandungan asam perklorat yang terdapat di beberapa lokasi permukaan Mars diduga mempunyai sifat seperti spons yang dapat menyerap kelembaban udara. Ditambah lagi dengan dugaan bahwa atmosfer di sekitar Mars yang memiliki kelembaban tinggi sehingga membuat proses penyerapan air dari udara lebih besar. Selain itu, keberadaan air di permukaan Mars diduga dari adanya proses akuifer di mana aliran air yang tersimpan akan membeku selama musim dingin dan mencari selama musim panas dan merembes ke permukaan.

Sayangnya penemuan tanda-tanda aliran air di permukaan Mars ini tak serta merta membuat 'planet merah' tersebut menjadi layak huni. Menurut Christoper P McKay, Astrobiologis di Ames Research Center NASA, Mountain View, aliran air yang ditemukan tersebut bisa saja terlalu asin sehingga tak cocok dikonsumsi, kecuali oleh makhluk hidup macam mikroba.

NASA kabarnya berencana akan melakukan penelitian lanjutan terkait penemuan tanda-tanda aliran air di tahun 2020 mendatang.

Advertisement


(brl/red)