NASA gunakan nuklir untuk tangkis serangan asteroid dan meteor?

Advertisement

Techno.id - Dua tahun lalu, tiba-tiba sebuah meteor dengan lebar 18 meter jatuh di wilayah Rusia. Meski sudah dicegah dengan tembakan Chelyabinsk Impactor (semacam roket kecil), ledakannya tetap melukai sekitar 1.500 orang dan merusak 7.000 bangunan. Hal tersebut yang sampai saat ini selalu menjadi bayang-bayang kelam NASA.

Untuk mencegah berulangnya kunjungan meteor, NASA bekerjasama dengan Departemen Energi untuk meningkatkan keamanan nasional melalui penerapan militer ilmu nuklir. Kedua instansi tersebut bersama-sama meneliti bagaimana menggunakan nuklir untuk menangkis komet, asteroid, dan meteor, seperti yang dikutip dari Popsci (23/6/15).

Dalam hal ini, mereka berencana untuk membelokkan meteor dan benda-benda asing lainnya dengan ledakan nuklir. Harapannya, agar meteor tidak langsung menukik jatuh ke pemukiman padat penduduk. NASA juga mengatakan bahwa dengan nuklir ini asteroid berdiameter 49 hingga 149 meter tidak akan mampu menyentuh bumi. Namun, pecahan dari asteroid tadi yang berpotensi lebih buruk untuk kehidupan di bumi.

Di sisi lain, ada pula solusi untuk menyelamatkan bumi tanpa menggunakan nuklir. Solusi tersebut di antaranya memakai sinar matahari untuk melelehkan meteor, menggunakan laser, dan menggunakan pesawat ruang angkasa untuk ditabrakkan ke meteor. Namun, menurut studi NASA 2007, dari semua solusi ini, yang terbaik tetap dengan senjata nuklir.

Advertisement


(brl/red)