Microsoft mengklaim ChatGPT 4 bakal segera hadir, dapat membuat video

Advertisement

Techno.id - Kehadiran ChatGPT (Generative Pre-Trained Transformer) terus menjadi sorotan publik di seluruh dunia. Teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence) yang digunakan untuk menjawab pertanyaan ini diklaim lebih baik dibanding mesin penelusuran lain.

Menggunakan teknologi OpenAI, ChatGPT memungkinkan chatbot menjawab beragam pertanyaan pengguna dalam bentuk teks otomatis. Pengguna seperti berinteraksi dengan komputer melalui percakapan alami seperti ketika mengobrol dengan orang lain.  

Sejak kemunculannya, ChatGPT menimbulkan kontroversi. Banyak kekhawatiran terhadap teknologi ini. Di awal-awal kemunculannya, chatbot yang menggunakan ChatGPT memberikan respons aneh dan kontroversial kepada pengguna.

(Foto: Freepik.com/@BPawesome)

Malah ada chatbot yang memberikan informasi yang salah bahkan berdebat dengan pengguna. Nah di tengah masih banyak perdebatan mengenai ChatGPT, Microsoft melalui mesin pencari Bing dikabarkan bakal meluncurkan versi terbaru, GPT 4 yang akan memuat fitur baru yakni video.

Saat ini, mesin pencari Bing Microsoft telah diperbarui dengan dukungan ChatGPT 3.5 menggunakan model bahasa yang besar. Teknologi ini memungkinkan chatbot yang ada merespons pertanyaan dengan cara yang mirip manusia.

Seperti dilaporkan Neowin yang dikutip dari Techradar.com, CTO Microsoft Jerman, Andreas Braun dalam acara bertajuk AI in Focus - Digital Kickoff menyatakan Microsoft akan memperkenalkan GPT 4 pekan depan. Teknologi ini menawarkan perkembangan yang sama sekali berbeda. Tidak hanya memberi respons dalam bentuk teks, tetapi juga video.

(Foto: Freepik.com/@tapati2528)

Saat ini, pengguna dapat berinteraksi dengan chatbot OpenAI melalui teks, memberikan input dan kontrol, serta mendapatkan jawaban yang bersifat percakapan. Ke depan tidak menutup kemungkinan, respons akan berupa video.   

Meski Microsoft fitur video yang akan segera hadir di ChatGPT dianggap mengesankan dan menarik, namun perusahaan ini juga harus berhati-hati dan memastikan bahwa baik pengguna maupun pembuat konten orisinil tetap dijaga.

Advertisement


(brl/red)