Microsoft janji bantu Indonesia temukan 'berlian' tersembunyi

Advertisement

Techno.id - Kemampuan generasi muda Indonesia di bidang teknologi sekarang mulai diperhitungkan. Bakat-bakat terpendam anak bangsa dalam membuat produk teknologi maupun perusahaan rintisan tengah diminati perusahaan kelas dunia, termasuk Microsoft.

Perusahaan pembuat perangkat lunak dunia itu belakangan secara khusus menggelar kompetisi dan pendampingan untuk anak Indonesia. Langkah itu diakui supaya bisa mendorong industri digital dan pemberdayaan developer Indonesia.

Imagine Cup dan bootcamp demi mengasah potensi anak Indonesia sudah beberapa kali digelar Microsoft. Pihak Microsoft Indonesia menyatakan program itu telah membuktikan generasi muda di luar kota besar tanah air baik punya taring tajam di bidang teknologi.

"Indonesia punya banyak potensi di industri teknologi. Startup dan pengembang berkualitas banyak ditemukan dan berhasil unjuk gigi di ajang dunia. Aplikasi Save The Hamster yang jadi salah satu juara Imagine Cup dunia," kata Ruben Hattari, Corporate Affair Director Microsoft Indonesia.

Pada acara konferensi pers Microsoft Developer Festival, Ruben juga menyatakan perusahaannya bakalan terus menjalankan berbagai inisiatif yang berguna mendorong potensi anak Indonesia di bidang digital.

"Kita akan jalankan berbagai inisiatif lain supaya bakat-bakat di Indonesia bisa ditemukan. Kalau diumpamakan, bakat-bakat itu seperti berlian tinggal dicari buat digosok dan ditampilkan supaya bisa diketahui banyak pihak," imbuh Ruben.

Tak hanya Imagine Cup, Microsoft punya program lain yang bersifat jangka panjang untuk mendukung perkembangan bisnis lokal. Program ini menyediakan akses gratis terhadap layanan komputasi awan, perangkat lunak dan pelatihan.

Di Indonesia, Microsoft mengaku sudah bekerja sama dengan Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB) Foundation dalam menjalankan program M-Powered. YCAB Foundation mengaku mendapatkan dukungan penuh dari Microsoft dalam mengasah kemampuan teknologi anak binaannya.

"Microsoft memberi kami software gratis dan pelatihan supaya anak-anak dan manajemen bisa lebih mudah mengakses teknologi. Jadi di dalam YCAB gak ada tuh software bajakan yang bikin kami lebih terbuka dengan semua fitur dan teknologi terbaru," jelas Veronica Colondam, Founder dan CEO YCAB Foundation.

Advertisement


(brl/red)