Mengenal Biohacking, optimasi kesehatan manusia dengan teknologi

Advertisement

Techno.id - Menurut Teemu Arina, penulis buku BIOHACKER'S HANDBOOK, "Biohacking adalah seni dan ilmu mengoptimalkan tubuh, pikiran, dan kinerja dengan berpikir sistematis, teknologi, dan biologi - Dengan kata lain, hidup yang lebih baik melalui Sains."

Mungkin banyak yang sudah mengetahui teknologi smartwatch, yang dapat berfungsi untuk memantau detak jantung, kadar oksigen dalam darah, dan aktivitas fisik lainnya. Dengan memantau kesehatan secara teratur, seseorang dapat mengidentifikasi masalah kesehatan lebih awal dan mengambil tindakan yang diperlukan. Ya, smartwatch adalah salah satu contoh dari Biohacking.

Secara garis besar, biohacking adalah praktik mengoptimalkan kesehatan manusia dengan menggunakan teknologi. Biohacking juga dapat mencakup berbagai hal, seperti penggunaan suplemen, diet khusus, dan teknologi wearable. Tujuan dari biohacking adalah untuk meningkatkan kesehatan dan kinerja manusia.

Selain itu, Biohacking juga dapat mencakup penggunaan suplemen dan diet khusus. Beberapa suplemen yang populer dalam Biohacking termasuk vitamin D, magnesium, dan omega-3. Diet khusus seperti diet rendah karbohidrat atau diet tinggi lemak juga dapat membantu meningkatkan kesehatan dan kinerja manusia.

Contoh-contoh Biohacking

1. Apple Watch

Apple Watch adalah pilihan terbaik bagi para pengguna iPhone untuk melacak kebugaran, tidur, dan detak jantung (HRV). Apple Watch dapat diintegrasikan dengan ribuan aplikasi pihak ketiga yang akan membantu penggunanya untuk membangun kebiasaan yang lebih baik dan melacak kesehatan.

2. Wearable EEG Headsets

Headset EEG dapat memantau aktivitas otak pada pengguna dan mengidentifikasi pola gelombang otak tertentu yang terkait dengan kinerja kognitif.

3. Mindfulness Tools

Contoh alat ini adalah Muse Headband dapat membantu penggunanya untuk mempelajari teknik meditasi dan meningkatkan fokus dan konsentrasi.

4. Brainwave Entrainment

Brainwave entrainment bekerja dengan menggunakan suara atau gelombang cahaya untuk membantu mengatur pola gelombang otak dan meningkatkan kinerja kognitif.

Namun, penting untuk diingat bahwa biohacking bukanlah solusi ajaib untuk semua masalah kesehatan. Sebelum mencoba jenis biohacking apapun, ada baiknya untuk berkonsultasi dengan dokter atau profesional medis terlebih dahulu.

Magang: Millenia Ramadita

Advertisement


(brl/guf)