Ketatnya sistem keamanan di Pabrik Percetakan Uang Republik Indonesia

Advertisement

Techno.id - Siapa di antara Anda yang tidak suka dengan uang? Ya, pastinya semua orang suka dengan uang. Uang memang menjadi alat tukar utama di dalam kehidupan. Karena begitu penting, apakah Anda tahu sistem keamanan di pabrik pembuatan uang Indonesia?

Belum lama ini, Merdeka.com beserta beberapa awak media nasional lainnya berkesempatan untuk mengunjungi (Perum Peruri) Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia. Sebenarnya, tidak sembarangan orang boleh masuk ke kawasan Pabrik Peruri yang berada di Desa Parung Mulya, Kecamatan Ciampel, Karawang. Namun, karena pengunjungnya dari media nasional, akhirnya pihak Peruri memperbolehkan masuk.

Pabrik percetakan uang negara ini bisa dibilang sangat ketat. Terbukti dari awal para awak media masuk, semua barang elektronik mulai dari kamera, telepon seluller, alat perekam, hingga uang kertas dan logam dilarang keras untuk dibawa masuk ke dalam area pabrik.

Tak hanya itu, setelah barang-barang dilucuti, pengunjung akan diperiksa kembali pada sebuah ruangan dan digeledah lagi satu per satu, seperti yang dikabarkan Merdeka (6/04/2015).

Ketatnya proses masuk ke dalam pabrik, dikarenakan Peruri merupakan bagian penting di Indonesia. Kepala Divisi Percetakan Uang Perum Peruri, Samad Haryono menuturkan, "Sistem keamanan Perum Peruri sengaja dibuat ketat dan detail karena kita mempunyai fungsi yang strategis untuk negara."

Kala itu, para awak media dipersilahkan untuk berkeliling menyaksikan proses percetakan uang asli Indonesia. Setelah berkeliling cukup lama, mereka berpamitan untuk meninggalkan kawasan tersebut. Namun, hal yang sama terjadi lagi ketika para awak media hendak meninggalkan pabrik.

Semua awak media digeledah lagi satu per satu dalam ruang khusus sesuai dengan jenis kelamin. Jika ditemukan uang, baik itu kertas atau logam, semuanya akan disita oleh petugas. Tanpa pandang bulu, entah uang itu milik pribadi ataupun uang dari Peruri.

Sistem keamanan ini memang ditujukan untuk melindungi fungsi vital negara Indonesia. Selain itu, dimaksudkan agar tidak ada orang yang berniat buruk di dalam Perum Peruri.

Advertisement


(brl/red)