FICO: 64 Persen APAC Banker tidak siap terhadap serangan cyber

Advertisement

Techno.id - Perusahaan analis terkemuka AS, FICO baru-baru ini mengumumkan hasil survei yang mengungkapkan kesiapan Asia-Pacific (APAC) Banker terhadap serangan cyber. Setidaknya, sebanyak 64 persen dari mereka ternyata dianggap tidak siap.

Dengan kata lain, hanya sebesar 41 persen dari total keseluruhan APAC Banker yang dinyatakan siap dalam menghadapi serangan cyber. Adapun perangkat teknologi yang tidak up-to-date menjadi penyebab utama mengapa kesiapan mereka begitu rendah.

Menurut survei tersebut, ada tiga poin utama yang cukup menjadi sorotan. Pertama, sebanyak 55 persen para eksekutif senior APAC Bank sudah merasa optimis bahwa perusahaan mereka mampu mengaudit data dan jaringan saat terjadi kehilangan data.

Kemudian, sebanyak 73 persen responden survei mengungkapkan bahwa perusahaan di tempat mereka bekerja selama tiga hingga enam bulan terakhir telah melakukan pemeliharaan (maintenance) terhadap serangan cyber.

Yang terakhir, sebanyak 58 persen dari para responden survei juga mengatakan bahwa mereka tidak pernah mendengar analis serangan cyber yang menggunakan metode berbasis SIEMs (Security Information and Event Management).

"Bagi sebagian besar bank, keamanan cyber merupakan domain utama. APAC Banker perlu bekerja sama dengan lembaga keuangan lain untuk berbagi informasi cyber. Pendekatan ini diperlukan guna membatasi kerusakan pada sistem, reputasi bank, dan keamanan pelanggan," ujar Dan McConaghy selaku President of FICO Asia Pacific.

Adapun survei ini dilakukan saat FICO Asia Pacific CRO Forum 2015 digelar awal tahun ini di Bangkok, Thailand. Setidaknya, sebanyak 34 perwakilan senior dan eksekutif yang mewakili 23 lembaga keuangan di seluruh wilayah Asia Pasifik telah berpartisipasi dalam survei ini.

Advertisement


(brl/red)