Diskominfo ingin kembangkan Kota Malang jadi Smart City

Advertisement

Techno.id - Kepala Bidang Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Malang, Ir. Bambang Nugroho MT memaparkan perkembangan Kota Malang yang begitu pesat. Malang mempunyai banyak potensi yang bisa ditingkatkan lagi, namun potensi itu belum mencuat karena proses branding yang kurang maksimal.

Oleh karenanya, Diskominfo membuat acara dengan tema "Peran netizen dalam pengembangan Kota Malang" untuk mengajak para blogger memajukan Kota Malang. Pada acara yang digelar di Balai Kota Malang ini Diskominfo mengundang beberapa pembicara yaitu Dwi Cahyono dari Yayasan Inggil serta Aji Prasetyo, seniman Kota Malang.

Kota Malang sebenarnya mampu menjadi kota pintar atau Smart City seperti Jakarta dan Bandung, namun semua itu tidak bisa jika hanya dilakukan oleh pemerintah saja. Masyarakat juga harus ikut ambil bagian khususnya para netizen yang sering bergelut di dunia maya.

Penyebaran informasi yang cepat disinyalir mampu meningkatkan taraf kesejahteraan kota menjadi lebih baik. Apalagi jika informasi tersebut dibuat oleh para blogger yang notabene sudah menjadi makanan sehari-hari dalam mewartakan suatu berita. Dalam hal ini, informasi sebaiknya berisi tentang pengenalan potensi daerah termasuk pariwisata, kuliner, dan kebudayaan.

Namun, menyampaikan informasi itu juga tidak boleh sembarangan. Menulis harus mempunyai dasar dan alasan yang jelas. "Sebelum kita menulis, kita harus membekali diri dengan ilmu pengetahuan agar berita yang disampaikan tidak menyesatkan," ungkap Dwi Cahyono di Balai Kota, Malang (15/8/15).

Apabila pemerintah dan para blogger berjalan beriringan bukan tidak mungkin Kota Malang akan menjadi Smart City menyaingi kota-kota besar lainnya. Terwujudnya kota pintar tak terlepas dari peranan pemerintah yang mampu menjalankan dan menerapkan tata kota yang baik.

Aji Prasetyo (kanan) dari seniman Kota Malang

Di sisi lain, meski pemerintah memegang kendali suatu kota, namun mereka juga harus mau mendapat teguran dari masyarakat. "Apabila para blogger berkumpul maka jalan pikiran pemerintah yang sedikit melenceng bisa diluruskan. Jadi blogger bisa bertugas sebagai pengingat atau sumber informasi untuk mengenalkan Kota Malang," ujar Aji Prasetyo.

Advertisement


(brl/red)