Cara ilmuwan lindungi baterai lithium agar tak mudah panas

Advertisement

Techno.id - Baterai lithium menjadi penyuplai daya hampir semua perangkat elektronik. Mulai dari jam tangan, smartphone, tablet, hingga kendaraan. Baterai ini telah terbukti menjadi sumber energi bersih dan juga efisien. Meski memiliki predikat yang memuaskan, tetapi ada pula yang mengatakan bahwa baterai tersebut terkadang juga pernah meledak karena terlalu panas. Hal ini sudah pasti membahayakan jutaan jiwa di muka bumi, melihat hampir semua orang menggunakan smartphone dengan baterai lithium.

Namun, Anda tak perlu khawatir, pasalnya para ilmuwan telah menemukan cara untuk membuat baterai lithium jauh lebih aman di masa depan. Para ilmuwan telah menemukan dua bahan kimia yang mampu menahan perpindahan baterai anoda. Bahan kimia tersebut adalah lithium nitrat dan lithium polisulfida. Selain dapat menguatkan dinding pemisah antara anoda dan katoda, dua bahan kimia ini juga mampu membuat baterai hidup lebih lama.

Jika pada mulanya sebuah baterai hanya bisa digunakan sebanyak 150 siklus, maka setelah ditambahkan lithium nitrat dan lithium polisulfida menjadi 300 siklus dengan efisiensi 99 persen. Jadi selain aman, metode ini membuat baterai dapat bertahan lama, seperti yang disadur dari AndroidAuthority (21/6/15).

Lalu, apa sebenarnya yang membuat baterai cepat panas? Beberapa hal yang membuat baterai cepat panas karena penggunaan baterai yang cukup lama maka dinding pemisah sudah tidak mampu menahan anoda yang menerobos hingga ke katoda. Apabila anoda sudah bertemu katoda, baterai akan menjadi panas dan meledak.

Advertisement


(brl/red)