Buka banyak layanan, apa fokus utama Go-Jek?

Advertisement

Techno.id - Sejak berdiri tahun 2011 lalu, PT Go-Jek Indonesia terus mengembangkan sayap bisnisnya di Indonesia. Semula dikenal sebagai layanan transportasi berbasis aplikasi. Kini, perusahaan yang dibangun oleh Nadiem Makarim ini makin ekspansif dengan menambah layanan-layanan baru, seperti Go-Mart pada akhir Oktober lalu.

Go-Mart adalah layanan yang memungkinkan pemotor Go-Jek membelanjakan pesanan konsumen di toko terdekat dan mengantarkan hasilnya dalam waktu sekitar 60 menit. Seiring perkembangannya, Go-Mart saat ini sudah bekerja sama dengan 40 toko dan 50 ribu jenis produk.

Sebelum itu, Nadiem dan tim juga telah memperkenalkan layanan baru yang dinamakan Go-Box. Layanan ini menghubungkan calon konsumen yang ingin menyewa mobil boks dengan pemilik mobil boks atau perusahaan jasa logistik. Saat ini, layanan Go-Box baru beroperasi di empat kota; Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Bali.

Jauh sebelum dua layanan anyar tersebut, Go-Jek Indonesia telah memiliki banyak layananm sebut saja Go-Food, Instant Courier, dan tentu Go-Jek (transportasi). Menariknya, semuanya tetap berbasis aplikasi mobile. Lalu, apakah fokus utama bisnis PT Go-Jek Indonesia?

Berikut kutipan lengkap wawancara M Syakur Usman dari KapanLagi Network Group (KLN) dengan Nadiem Makarim, founder Go-Jek Indonesia dalam dua kesempatan berbeda di awal Oktober lalu.

Hingga kini Go-Jek Indonesia banyak membuat layanan-layanan baru, sehingga terkesan tidak fokus?

Visi Go-Jek Indonesia adalah menjadi aplikasi nomor satu untuk seluruh on demand service yang dibutuhkan konsumen. Apapun yang dibutuhkan konsumen dalam waktu 60 menit, kami akan sediakan. Bayangkan semua itu masuk dalam aplikasi kami.

Seperti Go-Box, kami janjikan barang dikirim sampai hingga 60 menit. Kami adalah perusahaan aplikasi yang menghubungkan konsumen dengan penyedia layanan jasa atau produk. (Saat ini Go-Jek memiliki sekitar 150 ribu pemotor yang beroperasi di wilayah Jabodetabek).

Berapa investasi untuk layanan Go-Box?

Saya tidak bisa bilang angkanya.

Berapa alokasi investasi untuk setiap layanan baru yang dikembangkan Go Jek?

Saya tidak tahu persis, karena kami siapkan alokasi investasi secara bertahap. Layanan baru ini berkembang disesuaikan dengan kebutuhan konsumen dan kemauan pelanggan.

Apakah setiap layanan baru juga didukung funding baru?

Kami selalu rising more funding. Karena funding di Go-Jek tidak sekali, tetapi bisa bertahap.

Selain NorthStar Group, dari mana saja funding Go-Jek?

Ada beberapa investor Go-Jek selain NorthStar Group, tapi saya tidak bisa mention nama-namanya. (Sebelumnya diberitakan Go-Jek mendapatkan pendanaan dari Sequoia Capital pada kuartal II 2015. Sequoia adalah satu salah satu investor ternama Silicon Valley, yang berinvestasi di berbagai perusahaan teknologi sukses, seperti Apple, Oracle, Google, WhatsApp, Instagram, dan lain-lain).

Advertisement


(brl/red)