Biznet Wifi belum fokus Ke Indonesia Timur

Advertisement

Techno.id - Setelah meluncurkan Biznet WiFi yang kini hadir di 24 kota di pulau Jawa dan Bali, Biznet mengakui jika Indonesia Timur memang meiliki potensi besar, Namun Biznet Network belum fokus di wilayah tersebut. Hal ini disampaikan langsung oleh VP Marketing Biznet Networks seperti yang dilansir oleh Merdeka.com (16/04/15).

"Kemungkinan ekspansi seluruh Indonesia akan kita lakukan. Buat kita sekarang ini, ingin fokus di Jawa, Sumatera, dan Bali dengan benar-benar untuk menjaga kualitas dari internet user-nya," kata VP Marketing Biznet Networks, Yudie Haryanto di Jakarta seperti yang dikutip dari Merdeka.com (16/04/15).

Di sisi lain, berdasarkan data dari hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) bekerjasama dengan Pusat Kajian Komunikasi, (Puskakom) Universitas Indonesia (UI) tahun lalu, pengguna internet secara keseluruhan mencapai 88,1 juta. Namun ternyata, dari total jumlah itu penyebarannya tak merata.

Terlihat dari data APJII bahwa di wilayah barat terutama Pulau Jawa dan Bali, pengguna internet mencapai 78,5 persen dari total pengguna internet di Indonesia atau 52 juta pengguna. Sementara, di wilayah Indonesia Timur khususnya Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua hanya 5,9 juta pengguna.

"Di Sumatera sebanyak 18,6 juta (21 persen), Sulawesi 7,3 juta (8,6 persen) Maluku, Papua dan Nusa Tenggara sebanyak 5,9 juta (6,7 persen), dan Kalimantan 4,2 juta (4,8 persen)," kata Ketua APJII, Semuel Pangerapan dalam diskusi bertema 'Indonesia Timur Lebih Butuh Broadband' di Jakarta beberapa hari lalu yang dilansir oleh Merdeka.com.

Upaya yang terus dilakukan Biznet Network tidak menutup kemungkinan akan terfokus ke wilayah Indonesia Timur, di akui Yudie jika keinginan untuk menyambangi daerah tersebut memang ada, namun pihaknya ingin fokus pada wilayah Jawa, Sumatera dan Bali terlebih dahulu.

"Keinginan ada, tapi tertulis belum ada. Mau fokus dulu. Tapi ada kemungkinan akan menyasar ke kota-kota besar bagian timur. Bicara di depan mata dulu, pekerjaan rumah juga masih banyak," katanya.

Advertisement


(brl/red)