Apa kata Lazada soal diskusi e-commerce pemerintah di AS?

Advertisement

Techno.id - Bisnis online yang sedang berkembang secara pesat di Indonesia terus jadi perhatian berbagai kalangan. Perkembangan pesat yang terjadi di industri e-commerce Indonesia ikut menyedot perhatian pemerintah sebagai pengambil kebijakan.

Beberapa waktu lalu, rombongan Presiden Joko Widodo memasukkan agenda bisnis online dalam agenda kunjungan kenegaraannya ke Amerika Serikat. Kunjungan itu disebutkan memiliki peran penting bagi kondisi bisnis online Indonesia di masa depan.

“Terus terang, kami sangat mengapresiasi masuknya agenda e-commerce di kunjungan kenegaraan Presiden Jokowi. Ini memperlihatkan keseriusan pemerintah dalam membuat kebijakan yang akan diterapkan pada bisnis baru yang sedang berkembang ini,” kata Magnus Ekbom, CEO Lazada Indonesia.

Sayangnya, ketika diminta mengomentari soal aturan dan diskusi yang dilakukan pemerintah dengan para petinggi teknologi di Amerika Serikat, termasuk pembahasan soal e-commerce.

“Kami sekarang masih belum bisa memberikan komentar atas draft roadmap e-commerce Indonesia maupun aturan lainnya. Sekarang ini kami masih menunggu wujud nyata dari setiap kebijakan yang akan dilakukan pemerintah,” jelas Magnus yang ditemui tim Techno.id® di kawasan Mega Kuningan, Jakarta.

Lazada mengaku bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai negara e-commerce terbesar di Asia Tenggara. Penggunaan perangkat mobile yang semakin banyak disebutkan akan mempengaruhi pertumbuhan industri e-commerce Indonesia.

 

Advertisement


(brl/red)