Pesawat terbesar di dunia siap uji terbang tahun 2016 mendatang

Advertisement

Techno.id - Salah satu pendiri Microsoft, Paul Allen pada 2011 silam berencana untuk membangun pesawat terbesar di dunia. Setelah itu, ia dan beberapa mitra yang salah satunya adalah Elon Musk ingin mewujudkan hal tersebut.

Setelah beberapa tahun berjalan, dilansir oleh Engadget.com (04/08/15), dikabarkan jika kini pesawat terbesar di dunia yang disebut Stratolaunch itu tengah dibuat di Mojave Air dan Space Port di California. Dikabarkan juga jika pesawat ini akan segera diuji terbang pada tahun 2016 mendatang.

Pesawat ini dibangun bukan untuk memecahkan rekor, namun lebih dari itu, Stratolaunch memiliki tujuan utama untuk meluncurkan roket satelit ke luar angkasa saat berada di udara. Selain itu, pesawat terbesar di dunia ini dikatakan dapat lepas landas dalam cuaca buruk sekalipun.

Tidak hanya itu, dengan mengantarkan sebuah roket untuk meluncur di udara, pesawat ini dinilai dapat menghemat bahan bakar karena roket yang dibawanya tidak harus meluncur dari daratan yang tentu saja membutuhkan dorongan yang kuat sehingga memerlukan bahan bakar yang banyak.

Stratolaunch dibangun dengan dua pesawat Boeing 747, dengan lebar sayap 117 meter dengan demikian Stratolaunch memiliki lenih lebar 37 meter dari lebar sayap pesawat komersil terbesar di dunia yakni Airbus A380.

Saat ini yang menjadi masalah adalah Pesawat ini dikatakan akan memerlukan landasan sekitar 3 km untuk lepas landas, sedangkan kebanyakan bandara di dunia hanya memiliki landasan terbang sekitar 2 km hingga 2,4 km saja.

Untuk lebih lengkapnya, Anda bisa memutar video ilustrasi cara kerja dan bentuk dari Stratolaunch:



Advertisement


(brl/red)