Hiasi langit, Jupiter-Venus membaur jadi bintang besar berkilau

Advertisement

Techno.id - Mulai kemarin malam (30/6/15), langit bumi dihiasi sebuah fenomena alam unik yakni hadirnya bintang besar berkilau. Bintang besar berkilau tersebut ternyata adalah dua planet dalam sistem tata surya, yakni Jupiter dan Venus yang bertemu dalam jarak yang begitu dekat, yakni hanya 3 derajat saja.

Seperti dikutip dari CBSNews (30/6/15), fenomena alam seperti ini pernah terjadi juga pada 17 Mei 2000 lalu. Saat Jupiter dan Venus bertemu maka manusia di bumi akan melihat seolah-olah ada bintang besar berkilau di langit malam. Cahaya yang dihasilkan pertemuan dua planet ini bahkan menyamai terang cahaya yang dihasilkan oleh objek paling terang di langit, yakni matahari dan bulan. Menurut para peneliti, fenomena bertemunya Jupiter dan Venus ini akan terus berlanjut hingga kedua planet tersebut berada dalam jarak yang cukup dekat yakni 2 derajat pada 4 Juli nanti.

Para peneliti atau ahli astronomi di seluruh dunia mengenal fenomena membaurnya Jupiter dan Venus ini sebagai proses konjungsi. Pada proses alam yang terjadi mulai awal Juni ini, kedua planet yang awalnya berjarak 20 derajat jauhnya atau dua kali lebar kepalan tangan orang dewasa itu telah bergerak, sehingga menyebabkan planet Jupiter dan bintang-bintang yang ada dibaliknya bergerak lebih rendah daripada bumi. Namun, karena Venus gerakan orbitalnya yang lebih cepat dalam mengelilingi matahari, maka planet tersebut akhirnya berada pada posisi yang lebih tinggi ketimbang planet lainnya, sehingga konvergensi atau pengintegrasian tata surya pada satu tujuan akhirnya mempertemukan kedua planet ini dalam jarak 6 derajat pekan lalu.

Kendati kedua planet ini nampak membaur jika dilihat dari bumi, sejatinya jarak mereka sesungguhnya saling berjauhan bahkan dari bumi. Venus sendiri berjarak 93,3 juta kilometer dari bumi, sedangkan Jupiter sendiri jaraknya malah 12 kali lebih jauh dari bumi yakni 909 juta kilometer dari bumi.

Nah, jika Anda ingin melihatnya fenomena alam ini, Anda bisa melihatnya dengan mata telanjang atau menggunakan teleskop, dengan catatan langit malam di wilayah Anda tidak sedang tertutup awan alias mendung.

Advertisement


(brl/red)