Trik hentikan charging HP Samsung di 80% biar kesehatan baterai terjaga, ini alasan di baliknya

Advertisement

Techno.id - Baterai jadi salah satu komponen paling vital di smartphone modern. Aktivitas digital hampir sepenuhnya bergantung pada daya yang tersimpan dalam komponen kecil ini. Meski begitu, baterai lithium-ion yang banyak dipakai smartphone punya keterbatasan umur. Jika tidak dirawat, performanya bisa cepat menurun.

Kebiasaan mengisi daya hingga penuh 100% ternyata bukan hal terbaik. Ada konsekuensi tersembunyi yang jarang disadari. Semakin sering baterai diisi penuh lalu dibiarkan panas terlalu lama, siklus hidupnya akan lebih singkat. Itulah mengapa produsen mulai menambahkan fitur proteksi untuk menghentikan charging di level tertentu.

Samsung termasuk salah satu brand yang sudah menanamkan fitur semacam ini. Lewat opsi Protect Battery, pengisian daya bisa otomatis berhenti di angka 85%. Fitur ini terbukti efektif menjaga kesehatan baterai dalam jangka panjang.

Namun ada beberapa trik lain yang bisa digunakan untuk membatasi pengisian daya maksimal di 80%. Bagi yang ingin lebih serius menjaga kesehatan baterai, cara-cara berikut bisa dijadikan referensi praktis.

Yuk pelajari caranya bersama Techno.id, Sabtu (30/8).

Trik Hentikan Charging HP Samsung di 80%

1. Aktifkan Protect Battery di pengaturan

Samsung sudah menyediakan fitur bawaan bernama Protect Battery. Ketika diaktifkan, sistem akan menghentikan pengisian daya di angka 85%. Meski tidak persis 80%, fitur ini sudah sangat membantu untuk mencegah baterai terisi penuh 100% yang bisa memicu stres pada sel baterai.

2. Gunakan aplikasi monitoring baterai

Beberapa aplikasi pihak ketiga seperti AccuBattery dapat memberikan peringatan ketika daya sudah menyentuh angka 80%. Notifikasi ini bisa menjadi pengingat untuk segera melepas charger. Meski tidak menghentikan arus daya secara otomatis, metode ini cukup efektif bagi yang terbiasa lupa saat mengisi baterai.

3. Manfaatkan smart plug dengan timer

Smart plug yang dilengkapi fitur timer bisa menjadi solusi sederhana. Cukup atur waktu pengisian sesuai kebiasaan penggunaan, misalnya 1,5 hingga 2 jam. Ketika waktu sudah habis, aliran listrik akan otomatis terputus sehingga pengisian tidak berlanjut hingga penuh.

4. Charger dengan fitur pintar

Beberapa charger modern memiliki kontrol daya yang lebih canggih. Ada produk yang memungkinkan pengguna mengatur batas pengisian langsung dari aplikasi pendamping. Meski lebih jarang ditemui, opsi ini bisa menjadi pilihan bagi yang ingin kontrol penuh atas proses charging.

5. Disiplin cabut charger manual

Metode paling klasik tetap efektif bila dilakukan secara konsisten. Saat indikator sudah menunjukkan angka 80%, segera cabut kabel charger. Kedengarannya sederhana, tetapi butuh disiplin tinggi agar kebiasaan ini bisa benar-benar terjaga.

Kenapa harus berhenti di 80%?

Baterai lithium-ion memiliki karakteristik unik. Saat diisi hingga penuh 100%, sel baterai akan mengalami tegangan tinggi yang membuatnya lebih cepat aus. Dengan membatasi pengisian di angka 80%, tegangan bisa tetap stabil dan tidak membebani material di dalamnya. Hasilnya, umur pakai baterai akan lebih panjang dan performa tetap terjaga meski usia perangkat semakin lama.

FAQ

1. Apakah fitur Protect Battery Samsung bisa disetel ke 80%?

Belum. Samsung saat ini hanya memberikan opsi berhenti di 85%. Meski begitu, selisih 5% tidak memberi dampak signifikan dan tetap memberikan perlindungan yang baik untuk kesehatan baterai.

2. Apakah mengisi daya hingga 100% bisa langsung merusak baterai?

Tidak langsung merusak, tetapi jika terus-menerus dilakukan, sel baterai akan cepat kehilangan kapasitas optimalnya. Umur siklus pengisian akan berkurang dan daya tahan baterai menjadi lebih pendek. Itulah mengapa pembatasan di angka 80% disarankan.

3. Bagaimana cara tahu kapan baterai sudah di 80%?

Indikator baterai di layar bisa dijadikan patokan. Alternatif lain adalah menggunakan aplikasi monitoring yang memberi notifikasi khusus. Dengan begitu, lebih mudah menjaga kebiasaan cabut charger di level yang tepat.

4. Apakah aman menggunakan aplikasi pihak ketiga untuk membatasi charging?

Aman, selama aplikasi hanya memberi notifikasi dan tidak memodifikasi sistem. Namun untuk aplikasi yang membutuhkan akses root, risiko lebih besar karena bisa memengaruhi kestabilan perangkat. Pilih aplikasi terpercaya yang hanya berfungsi sebagai alarm pengingat.

5. Apakah kebiasaan berhenti di 80% berlaku untuk semua smartphone?

Ya, prinsipnya sama karena hampir semua smartphone menggunakan baterai lithium-ion. Walaupun tidak semua merek punya fitur bawaan, membatasi pengisian di angka ini tetap bisa membantu menjaga umur baterai lebih lama.

Advertisement


(brl/lak)