Minecraft perluas fitur setelah dapat kucuran investasi Microsoft

Advertisement

Techno.id - Dikenal sebagai sebuah dunia virtual yang dapat meningkatkan kreativitas, kolaborasi, dan pemecahan masalah, Minecraft sempat merebut perhatian Microsoft dalam kurun waktu cukup lama. Hingga kini lebih dari 7.000 ruang kelas pada lebih dari 40 negara sudah menggunakan Minecraft.

Dengan menciptakan dunia virtual dan mempelajarinya lebih dalam, para siswa dapat menambah kecakapan mereka dalam digital citizenship, empati, kemampuan bersosialisasi dan bahkan meningkatkan pemahaman seraya secara langsung mendapatkan masukan terhadap kemampuan mereka menyelesaikan masalah dari gurunya.

Melihat manfaat yang bisa didapatkan siswa dari Minecraft di ruang kelas, Microsoft dengan gembira mengumumkan bahwa Microsoft mengakuisisi MinecraftEdu dan berinvestasi dalam pembaharuan dan perluasan versi Minecraft untuk ruang kelas yang disebut Minecraft: Education Edition. Menurut Anthony Salcito, Vice President, Worldwide Education, Microsoft, versi baru Minecraft ini akan menawarkan perluasan fitur untuk memberdayakan para tenaga pengajar dalam meningkatkan hubungan dan kerja sama dengan para siswanya.

Sementara itu, Vu Bui, Chief Operating Officer Mojang, “Salah satu hal yang menyebabkan Minecraft sangat cocok dalam membantu proses belajar di dalam kelas adalah karena wadah bermain kreatif ini sudah dikenal umum. Kami telah menyaksikan Minecraft mampu melampaui perbedaan dalam pengajaran, gaya belajar dan sistem pendidikan di seluruh dunia. Minecraft adalah ruang terbuka yang dapat dikunjungi bersama untuk belajar lebih jauh hampir tentang apapun.”

Minecraft: Education Edition akan didukung oleh komunitas tenaga pengajar termasuk komunitas tenaga pengajar online di http://education.minecraft.net. Situs tersebut juga akan mendukung program baru yang disebut Minecraft Mentors, yaitu sebuah program yang mempertemukan tenaga pengajar yang sudah berpengalaman menggunakan Minecraft di ruang kelas dengan mereka yang baru pertama kali mencobanya.

 

Advertisement


(brl/red)