Google ajak pengguna Desktop update Chrome untuk cegah bug berbahaya, ini cara mudah menerapkannya

Advertisement

Techno.id - Bagi sobat pengguna device Desktop, silakan memperbarui (update) browser Chrome sesegera mungkin. Pasalnya, pihak developer telah menemukan celah keamanan (vulnerability) bernama zero-day di dalam mesin peramban tersebut.

Sebagai informasi, zero-day vulnerability merupakan sebuah celah keamanan yang sebelumnya tidak diketahui Google. Zero-day vulnerability atau bisa disebut dengan CVE-2023-2033 ditemukan Clement Lecigne dari Google Threat Analysis Group(TAG). Mereka memberikan cap kepada zero-day sebagai celah keamanan pertama browser Chrome sepanjang 2023.

Lantas seberapa bahaya celah keamanan CVE-2023-2033? Berikut techno.id sajikan ulasannya yang dihimpun dari berbagai sumber, Selasa (18/4).

CVE-2023-2033 terbilang memiliki keparahan tinggi. Celah ini dapat memberikan kebingungan dalam sistem atau type of confusion. Secara lebih singkat, dalam bahasa pemrograman tidak memiliki memori safety, seperti C dan C++. Bahkan type of confusion yang ditimbulkan dapat membuka akses memori di luar batas.

Oleh karena itu, pengguna diharapkan bisa segera melakukan update Chrome. Tujuannya tentu menghindari sesuatu yang tak diinginkan terjadi, seperti kebocoran data, peretasan, dan masih banyak lagi. Berikut techno.id sajikan cara mudah untuk melakukan update Chrome agar tidak terkena bug Zero-day.

Cara update Chrome untuk hindari peretasan Zero-day

foto: techno.id/adnan qurunul bahri

1. Buka mesin peramban Chrome yang dipakai dalam perangkat

2. Kemudian klik titik tiga di pojok jendela Chrome

3. Setelah itu, klik opsi “Help”

4. Pilih opsi “About Google Chrome”

5. Google secara otomatis akan melakukan update mesin peramban

6. Nantinya pengguna akan diberikan notifikasi “Chrome is up to date”

7. Pastikan Chrome menjadi versi 112.0.5651.121. (Official Build) (64-bit).

Itulah beberapa cara untuk update Chrome agar terhindar dari bug terbaru. Sebagai catatan, Google TAG sering menemukan bug zero-day yang dieksploitasi dalam serangan tertarget para pelaku. Bahkan hacker juga telah disponsori pihak pemangku kepentingan tertentu.

Kemudian serangan zero-day biasanya dilakukan dengan memasang spyware dalam perangkat. Alhasil pengguna memiliki risiko untuk dimata-matai. Biasanya target operasi dari bug ini adalah para politisi oposisi, jurnalis, hingga pembangkan di seluruh dunia.

 

Advertisement


(brl/red)