Cara memperpanjang masa pakai baterai smartphone, perhatikan suhu perangkat saat mengisi daya

Advertisement

Techno.id - Smartphone memiliki segudang fitur cerdas yang membantu aktivitas penggunanya. Namun berbanding lurus dengan hal tersebut, beragam fitur canggih tersebut juga membutuhkan daya baterai yang tidak sedikit. 

Jadi wajar jika smartphone modern membutuhkan banyak pengisian daya. Tapi kapan waktu terbaiknya? Apakah pengisian daya semalaman aman? Apakah terus mengisi ulang daya smartphone dapat merusak baterai? Deretan pertanyaan tersebut menjadi faktor yang sering dilontarkan pengguna.

Tidak jarang muncul mitos dan anggapan mengenai daya tahan baterai smartphone. Namun, sebenarnya pengguna bisa mendapatkan masa pakai yang lebih lama dari hari ke hari dan dalam jangka panjang dengan mengetahui cara kerja baterai dan trik yang bisa dilakukan.

Apalagi saat ini semakin banyak smartphone yang dibekali fitur yang memungkinkan pengguna memeriksa kesehatan baterai. Jadi tidak perlu lagi menebak-nebak untuk mengetahui kondisi baterai. Berikut cara memperpanjang masa pakai baterai smartphone.  

1. Cukup isi ulang daya seperlunya di malam hari

foto: freepik/rawpixel.com

Pengisian daya ponsel yang berlebihan adalah mitos umum. Jumlah daya yang masuk ke ponsel seharusnya tidak menjadi masalah karena sebagian besar ponsel sekarang sudah cukup pintar untuk berhenti mengisi daya setelah penuh. Cukup isi ulang seperlunya untuk menjaga daya baterai tetap 100%.

Masalahnya terjadi ketika baterai menjadi terlalu panas, yang dapat menyebabkan kerusakan. Untuk menghindari hal ini, sebaiknya lepaskan casing ponsel saat mengisi daya semalaman. Selain itu letakkan ponsel di atas permukaan yang datar dan keras untuk menghilangkan panas dengan mudah.

Tetapi meski mengisi daya ponsel semalaman cukup aman, pastikan ponsel tidak mengalami panas berlebih. Sebenarnya dengan teknologi pengisian cepat (fast charging) kamu perlu membiarkan ponsel terisi daya selama 8 jam.

2. Perhatikan suhu saat mengisi daya

foto: freepik/rawpixel.com

Sebagian besar perangkat dirancang untuk bekerja dalam berbagai suhu, yang mencakup hampir semua kondisi cuaca normal. Tetapi secara teratur mengekspos ponsel pada suhu tinggi di atas 35 derajat Celcius dapat merusaknya. Apple, misalnya, akan mematikan iPhone untuk sementara waktu jika terlalu panas.

Untungnya, hal ini tidak berlaku untuk suhu dingin. Baterai jauh lebih cocok untuk menghadapi suhu dingin meski performanya sedikit menurun. Nah penurunan kinerja baterai tersebut sifatnya hanya sementara. Kamu akan melihat daya tahan baterai menjadi normal kembali setelah berada pada kondisi yang lebih hangat.

3. Gunakan pengisi daya resmi

foto: freepik/ user3802032

Selama ini banyak orang beranggapan pengisi daya apapun dapat digunakan untuk mengisi ulang daya baterai. Meski pandangan tersebut tidak sepenuhnya salah, tetapi saran terbaik adalah menggunakan pengisi daya resmi atau bawaan smartphone.  

Alasannya, pengisi daya bawaan dapat memastikan pengisian daya yang optimal, dan yang lebih penting, pengisian daya yang stabil. Nah masalahnya, saat ini beberapa produsen tidak menyertakan adaptor pengisian daya pada paket pembelian. Solusinya, pengguna harus menggunakan adaptor pengisi daya yang kompatibel dengan perangkat mereka.

4. Perhatikan siklus pengisian daya

foto: freepik/denis barysau

Pengisian daya dari nol hingga penuh mungkin bagus di masa lalu saat ponsel masih menggunakan baterai jenis Nikel-cadmium (Ni-Cd). Tetapi sekarang sebaliknya. Di mana hampir seluruh smartphone menggunakan baterai lithium-ion, kamu memiliki jumlah siklus pengisian daya yang terbatas. Jadi sebaiknya jangan biarkan daya baterai kamu sampai terkuras habis baru diisi ulang daya.

Daripada membiarkan ponsel kamu benar-benar mati dan kemudian mengisi daya dari awal, lebih baik kamu mengisi ulang baterai dengan banyak pengisian daya kecil, daripada satu siklus penuh. Jika menggunakan siklus pengisian daya penuh, kamu akan mendapati baterai tiba-tiba berhenti mengisi daya, dan mulai kehilangan daya lebih cepat dan lebih mudah rusak.

Pengguna Apple iPhone, misalnya, memiliki fitur di iOS yang akan memberi tahu kesehatan baterai dan apakah baterai sudah waktunya diganti. Kamu bisa menemukannya di Pengaturan > Baterai > Kesehatan Baterai.

Advertisement


(brl/red)