Casio rilis smartwatch tahan banting khusus petualang

Advertisement

Techno.id - Bermaksud ikut meramaikan pasar wearable gadget yang saat ini tengah berkembang, Casio, produsen jam tangan kenamaaan asal Jepang resmi merilis smartwatch seri WSD-F10 di ajang CES 2016. Smartwatch ini kabarnya sangat cocok digunakan oleh mereka yang gemar melakukan kegiatan luar ruangan atau petualangan karena mengusung sejumlah fitur atau teknologi tahan banting.

Seperti dilansir oleh TheVerge (7/1/12), smartwatch seri WSD-F10 tersebut dibekali dengan fitur waterproof yang memungkinkan smartwatch dapat digunakan di dalam air hingga kedalaman 50 meter. Smartwatch seri WSD-F10 juga dilengkapi dengan sensor tekanan, kompas, dan accelerometer.

Menariknya, smartwatch yang sepintas lalu mirip dengan moto 360 dari Motorola ini mengusung LCD dual-layer berukuran 1,32inci. Berkat dual-layer ini, pengguna bisa mengubah tampilan layar menjadi dua mode.

Mode yang pertama adalah monokrom yang diklaim dapat memperpanjang masa hidup baterai. Saat mengaktifkan mode monokrom, smartwatch bakal mengusung tampilan layar layaknya jam tangan biasa sehingga disebutkan mode mampu membuat baterai bisa bertahan hingga satu bulan lamanya dalam mode layar ini.

Mode layar kedua adalah full-color mode yang dapat menampilkan informasi lengkap mengenai posisi ketinggian Anda berpijak, tekanan udara, arah kompas, grafik pasang, waktu matahari terbit dan tenggelam, dan jadwal aktivitas Anda sehari-hari. Untuk mengubah dari satu mode ke mode lainnya, Anda dilaporkan hanya perlu menekan tombol khusus.

Smartwatch berukuran 61,7 x 56,4 x 15,7mm ini juga disebutkan sangat sensitif terhadap sentuhan. Pengguna bahkan bisa melakukan perintah dengan menyentuh layar meski saat itu sedang menggunakan sarung tangan yang cukup tebal.

Smartwatch Casio WSD-F10 yang menggunakan OS berbasis Android Wear ini tersedia dalam empat pilihan warna yakni hitam, orange, merah, dan hijau army. Kabarnya smartwatch yang dapat menjalankan aplikasi RunKeeper, ViewRanger, dan MyRadar ini bakal mulai dipasarkan pada bulan Maret di Jepang dan bulan April di Amerika dengan harga sekitar Rp6,94 jutaan.

Advertisement


(brl/red)