Praktisi: Teori konspirasi rawan menyebar di media sosial

Praktisi: Teori konspirasi rawan menyebar di media sosial

Techno.id - Ditinjau dari kacamata objektif, pada dasarnya media sosial memiliki dua mata pisau yang sama-sama tajamnya. Di satu sisi, internet dan jejaring sosial memudahkan mengalirnya arus informasi dari dan ke seluruh dunia secara mudah. Namun, tak bisa dipungkiri jika media sosial juga mengganggu tatanan jurnalistik karena akurasi informasi kerap dinomorduakan.

Hal ini begitu disorot oleh Pemimpin Redaksi Warta Ekonomi, M. Ihsan, "Pada satu sisi media sosial memang menyaingi media arus utama, namun tak jarang dijumpai informasi yang disajikan berlebihan dan banyak yang tanpa konfirmasi."

Karena menyebar dengan sangat, bahkan terlalu cepat, informasi di media sosial pun bisa dikonsumsi publik tanpa dibuktikan dulu kebenarannya. "Tidak jarang hal itu dipakai untuk penyebaran teori konspirasi," imbuhnya, seperti dikutip dari Antara (24/11/15).

Akan tetapi, tentu saja anggapan miring ini tak bisa disematkan pada semua akun penyebar informasi di media sosial. Sebab, Ihsan menilai masih ada akun-akun yang memiliki otoritas tinggi dan reputasinya juga baik.

(brl/red)