ViewSonic hadirkan teknologi Electromagnetic Resonance Pen

ViewSonic hadirkan teknologi Electromagnetic Resonance Pen

Techno.id - Baru-baru ini, ViewSonic meluncurkan sebuah teknologi yang memungkinkan pengguna bisa menulis tanpa menggunakan kertas. Teknologi yang menarik ini dinamakan Electromagnetic Resonance Pen (EMP). Dengan teknologi ini, pengguna tak perlu lagi membeli kertas dan bisa mengurangi penebangan pohon sebagai bahan baku pembuat kertas.

Salah satu perusahaan yang telah mencoba teknologi EMP adalah Perusahaan China Mobile Telecomunication. Mereka menggunakan EMP untuk berbagai aktivitas di kantor seperti menulis form dan menandatangani berkas secara langsung tanpa harus mencetaknya. Hal ini sudah pasti lebih praktis sehingga bisa menghemat waktu dan kertas. Selain itu, alur kerja semacam ini dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas organisasi internal tanpa harus menyimpan hardcopy dari berbagai dokumen.

ViewSonic hadirkan teknologi Electromagnetic Resonance Pen

Dengan kebutuhan setiap hari akan tanda tangan dalam jumlah pekerjaan yang banyak seperti kontrak mobile dan pelayanan internet dalam industri telekomunikasi, perusahaan telekomunikasi mencari sebuah cara yang efektif dan efisien untuk meningkatkan alur kerja mereka dalam managemen pelayanan konsumer,ujar Bonny Cheng, General Manager ViewSonic Unit Bisnis Monitor.

Tak hanya pena saja, ViewSonic turut memperkenalkan monitor PD1011 sebagai media penulisan yang didukung dengan layar beresolusi 1280 x 800. Monitor pen ViewSonic berukuran 10 inci ini memiliki tingkat sensitivitas tekanan pen level 2048 dengan densitas 5080 LPI. Monitor Pen PD1011 juga sangat kompatibel dengan sistem operasi Windows dan Mac OS serta berbagai software tanda tangan lainnya.

ViewSonic hadirkan teknologi Electromagnetic Resonance Pen

Pena tanpa baterai ini bila dikombinasikan dengan monitor Pen PD1011 memungkinkan pengguna mendapat pengalaman menulis digital yang intuitif dan nyaman. Terlebih lagi, pena ini sangat mendukung pelestarian lingkungan tanpa harus memakai kertas lagi.

(brl/red)